Postingan

Menampilkan postingan dari April 21, 2024

Zaky Yamani telah Kembali dengan Karya Ciamik

Gambar
Zaky Yamani bukan nama yang asing bagi saya. Perjumpaan pertama dengannya ketika secara tidak sengaja membaca Bandar, novelnya yang membuat saya serasa menemukan harta karun. Di tahun 2017 itu, meskipun sudah sejak beberapa tahun sebelumnya ZY berkarya, namun barulah saya membaca karyanya di awal tahun tersebut. Itu pun sebenarnya tidak sengaja, tiba-tiba saja novelnya muncul di saran buku pada aplikasi baca iJakarta. Sekadar coba-coba siapa tahu menarik, eh ternyata benar. Berikutnya adalah novel terbaru ZY, Pusaran Amuk. Dengan modal ulang tahun di bulan Mei, seseorang akhirnya (terpaksa) mengajak saya ke gramedia Panakkukang untuk segera memiliki buku tersebut. Nama Zaky Yamani dengan novel Bandar sempat beberapa kali saya sebut ketika berkuliah di Jogja dan ada yang bertanya-tanya siapa penulis yang menurut saya layak untuk dibaca karyanya. Lalu kemudian saya kecewa ketika di awal tahun 2018 membaca buku selanjutnya yang dikeluarkan ZY. Judul bukunya Bertarung Melawan Nasib Berdama...

Novel Detektif yang Bikin Bungah (Ulasan Buku Pembunuhan di Nihonbashi)

Gambar
Keigo Higashino, seorang novelis Jepang yang masyhur dengan karya-karya bertema detektif. Sejauh ini ada dua karyanya yang sudah saya baca, Catatan Pembunuhan sang Novelis dan Pembunuhan di Nihonbashi, juga menonton satu film India yang diangkat dari novelnya yang berjudul Kesetiaan Mr. X. Sebagaimana tipikal karya tema detektif, baik film maupun tulisan, plotnya berputar pada pencarian tersangka. Bila itu sebuah aksi pembunuhan, maka poin kedua yang selalu menarik untuk disimak dalam ceritanya adalah motif sang pelaku. Namun cerita dengan tema detektif akan terasa membosankan apabila pembaca hanya disuguhkan sebuah alur lurus tentang pencarian tersangka, tanpa adanya elemen-elemen lain yang membantu jalannya sebuah penceritaan agar lebih menarik. Nah di sini sisi menarik dari novel Pembunuhan di Nihonbashi milik Keigo. Buku ini bercerita tentang seorang perempuan yang hidup sendiri setelah bercerai dengan suaminya, ditemukan meninggal dunia di kamar apartemennya. Lebih tepatnya, ia di...

Khrisna Pabichara Sudah Berusaha (Ulasan atas Gadis Pakarena)

Gambar
Khrisna Pabichara sudah berusaha. Terbilang ada 14 cerpen dalam buku Gadis Pakarena ini yang setiap judulnya memang dengan sengaja mengangkat tradisi-tradisi Bugis-Makassar. Saya tidak bercanda ketika bilang Krishna sudah berusaha, sebab memang demikian adanya. Dengan jujur saya mesti mengatakan bahwa keseluruhan cerita dalam kumcer ini terasa biasa saja, terkesan memaksa kadang-kadang, juga gaya penceritaannya yang sangat membosankan. Tapi buku ini terbit 2012 lalu. Pada bagian belakang sampul juga terdapat keterangan bahwa Gadis Pakarena ini adalah karya fiksi pertama Khrisna. Maka, sebagai pembaca, saya bisa menerima jika cerita-cerita yang disajikan masih belum dapat disebut bagus ataupun menarik. Bahkan baru di cerpen pertama saja saya sudah merasa bosan. Kendati begitu, tetap kuhabiskan pula membacanya meski sempat pada beberapa bagian saya lewat-lewatkan saja. Sedari judul, buku ini sebenarnya dapat dikatakan menarik. Penggunaan kata 'pakarena' di sana sudah sangat menun...

Semacam Renungan Sebelum atau Setelah Menjadi Penghafal

Gambar
  Sudah menjelang akhir ramadhan ketika saya dapati buku ini di iPusnas. Seperti kenal dengan sampulnya, benar saja buku ini pernah lewat di linimasa, karya seorang teman (kakak tingkat) semasa kuliah dulu. Meski judulnya seperti begitu spesifik, yaitu semacam ditujukan untuk para penghafal Qur'an, namun saya tetap mencobanya. Toh mumpung bulan ramadhan, mungkin tidak ada sia-sianya membaca buku bertema keagamaan. Buku ini tipis saja, bisa dibaca sekali duduk dengan teknik skipping. Terutama untuk pembaca yang pernah belajar di bangku pesantren atau mengambil jurusan keagamaan ketika berkuliah. Pembahasan-pembahasan di dalamnya beberapa sudah pernah didengarkan sebelumnya, oleh karena itu buku ini sebenarnya tidak begitu baru dari segi konten. Hanya saja saya senang sekali ketika penulis memaparkan bagaimana seorang muslim dapat berinteraksi dengan Qur'an. Di sana dituliskan cara pertama dengan membacanya, cara kedua memahami maknanya, cara ketiga menghafalkannya. Urutan yang ...