Novel Detektif yang Bikin Bungah (Ulasan Buku Pembunuhan di Nihonbashi)
Keigo Higashino, seorang novelis Jepang yang masyhur dengan karya-karya bertema detektif. Sejauh ini ada dua karyanya yang sudah saya baca, Catatan Pembunuhan sang Novelis dan Pembunuhan di Nihonbashi, juga menonton satu film India yang diangkat dari novelnya yang berjudul Kesetiaan Mr. X.
Sebagaimana tipikal karya tema detektif, baik film maupun tulisan, plotnya berputar pada pencarian tersangka. Bila itu sebuah aksi pembunuhan, maka poin kedua yang selalu menarik untuk disimak dalam ceritanya adalah motif sang pelaku.
Namun cerita dengan tema detektif akan terasa membosankan apabila pembaca hanya disuguhkan sebuah alur lurus tentang pencarian tersangka, tanpa adanya elemen-elemen lain yang membantu jalannya sebuah penceritaan agar lebih menarik.
Nah di sini sisi menarik dari novel Pembunuhan di Nihonbashi milik Keigo.
Buku ini bercerita tentang seorang perempuan yang hidup sendiri setelah bercerai dengan suaminya, ditemukan meninggal dunia di kamar apartemennya. Lebih tepatnya, ia dibunuh dengan jeratan tali di lehernya.
Dalam proses pencarian tersangka yang dilakukan oleh para detektif—terdapat beberapa detektif namun yang menjadi figur utama adalah detektif Kaga, seorang detektif yang baru saja pindah ke daerah di Nihonbashi tersebut. Di dalam kamar korban ditemukan beberapa benda yang kemudian mengarahkan detektif Kaga pada beberapa kemungkinan, bisa saja berkaitan dengan pembunuhnya, atau bisa juga tidak berkaitan sama sekali.
Ada gunting, camilan, surat elektronik, serta buku tentang merawat bayi yang dijadikan sebagai petunjuk. Di sini konflik cerita mulai berjalan perlahan. Namun bila pembaca mengira bahwa semua itu akan mengantarkannya pada tersangka pembunuh, jangan buru-buru.
Keigo meramu sebuah cerita detektif dengan cara yang sangat sentimental pada buku ini. Kita dibawa pada sebuah penyelidikan yang kemudian menghadirkan fakta-fakta mengharukan. Pada kenyataannya barang-barang yang dianggap sebagai bukti tersebut memang tidak berkaitan langsung dengan tersangka pembunuh. Meski demikian, memang itulah yang hendak digarisbawahi Keigo. Bahwa fokus dari cerita detektifnya kali ini justru pada kehidupan si korban, bukan pada ciri maupun motif si tersangka, yang biasanya lebih umum diterapkan dalam tema serupa.
Jujur saja, novel Pembunuhan di Nihonbashi ini jauh lebih menarik dibanding novel Catatan Pembunuhan sang Novelis. Pada novel ini, sekalipun banyak tokoh yang muncul, namun kehadiran mereka memiliki tempat masing- masing yang berkontribusi pada cerita dengan porsi yang pas.
Jangan kaget kalau nantinya membaca buku ini dan kamu tiba-tiba meneteskan air mata sebab haru. Buku ini, sekalipun bertema detektif, siapa sangka akan menghadirkan perasaan bungah di dalam hati.


Komentar