Postingan

Kisah Cinta Segitiga, Lagi ....

Gambar
Judul : Kazuhito No Ai No E Penulis : Murakami Haru Penerbit : Diva Press Cetakan : Pertama, Juni 2012 Tebal : 328 Halaman ISBN : 978-602-7663-17-6 “Apakah cinta datang hanya untuk saling menyiksa, saling menyakiti? Jika demikian, mengapa mesti ada cinta? Mengapa ada orang yang saling jatuh cinta kalau pada akhirnya hanya akan tersiksa?” Entah ini adalah buku keberapa yang kubaca dan kisahnya sudah begitu umum, mudah ditebak dan membosankan. Jujur saja saat membacanya saya merasa begitu bosan namun tetap hendak menghabiskannya. Sudah terlanjur membelinya—walaupun memang obral—tapi tetap saja itu menggunakan uang. Selain itu, jika hanya butuh mengetahui akhir kisahnya, tentu saja saya tidak perlu membaca keseluruhan. Cukup membaca beberapa halaman awal dan mengerti maksudnya lalu berpindah ke halaman akhir. Tapi tidak, pengetahuan lain bisa saja kutemukan dari membaca buku ini, kan? Walaupun sebenarnya agak mengecewakan. Tidak ada yang istimewa dan mengagumkan. ...

Malam Buta

Setelah tak kudapatimu di dalam hati Kumencari-carimu dalam pikiran Kutemukanmu sekejap saja Namun dalam bentuk kenangan Kulupa telah merelakanmu pergi Jauh sebelum kau isyaratkan hal serupa Lalu kutertawai kekhilafanku Sebab mencuri ingatan tentangmu Di malam buta, lagi

Pergilah

Aku membayangkan Bagaimana hari-hari berlalu Tanpa peroleh sedikit pun kabar darimu Sekuat tenaga Aku memaksa agar kau tak berubah walau sedikit Nyatanya semua sia-sia Kau dengan tanpa penjelasan Adalah alasan itu sendiri Pergilah Sejauh mungkin 

Sastra Hijau dari Riau

Gambar
Judul               : Luka Perempuan Asap; Air Mata di Antara Pohon Sawit Penulis            : Nafi’ah al-Ma’rab Penerbit         : Tinta Medina Cetakan          : Pertama, 2017 Tebal              : 264 Halaman ISBN                : 978-602-0894-84-3             Mengawali dengan ending novel ini, aku tidak terlalu merasa terkesan. Bahkan tidak terkesan sama sekali. Akhir kisah yang sudah gampang tertebak jauh sebelum mengakhiri membaca keseluruhan ceritanya. Akhir kisah yang biasa-biasa saja dan cenderung sama dengan beberapa kisah pada umumnya. Padahal pada pertengahan buku ...

Tetirah oleh Irhyl R Makkatutu

Gambar
             “Debar itu selalu saja baru, aku tak pernah bisa percaya—kita menjadi sepasang pakaian yang bisa dikenakan kapan pun, tanpa kenal musim hujan atau kemarau, tanpa ada musim tanam atau musim panen. Aku bisa melebur dalam dirimu dan kamu bisa memenjarakanku dalam pelukanmu—kapan pun itu.”             Salah satu kutipan dari buku kumpulan cerpen ‘Tetirah; yang berjalan dari dan kepada cinta’ yang pertama kali saya beri stabilo sebagai tanda bahwa makna dari paragraf tersebut sangatlah indah. Saya menemukannya di cerpen pertama yang berjudul Ribang Geliang. Membaca cerpen tersebut di sisi masjid terapung Amirul Mukminin Losari di suatu sore menjelang magrib. Hari itu saya dan Cece memang hendak menghabiskan waktu di luar rumah. Berjalan keliling Makassar bermodalkan google maps sepertinya harus dilakukan sebelum akhirnya meninggalkan kota ini untuk rantau yang lebih jauh. Seju...